Penyebab dan Cara Mencegah Multple Myeloma


Penyebab Multiple Myeloma
Multiple myeloma termasuk kasus yang tidak umum dan belum diketahui dengan pasti penyebabnya. Pertumbuhan sel myeloma normal akan menghasilkan antibodi normal yang bermanfaat bagi tubuh. Pertumbuhan sel myeloma abnormal memberikan efek yang sebaliknya. Sel abnormal dapat berlipat ganda dengan cepat, kemudian menghasilkan antibodi yang merugikan tubuh. Kondisi ini berkaitan juga dengan kondisi lain yang lebih ringan, yaitu MGUS (monoclonal gammopathy of undetermined significance).

Baca Juga Artikel :


MGUS adalah kondisi ketika antibodi abnormal atau protein monoklonal atau protein M, diproduksi oleh sel myeloma, tetapi tidak menyebabkan kerusakan pada tubuh. Meski demikian, sebagian besar kasus multiple myeloma berawal dari kondisi MGUS. Dari seratus orang yang mengidap MGUS, satu orang di antaranya mengidap multiple myeloma.

Faktor risiko Multiple Myeloma
  • Kasus multiple myeloma lebih banyak ditemukan pada laki-laki daripada perempuan.
  • Sebagian besar penderita multiple myeloma didiagnosis saat mereka berada di pertengahan usia 60 tahun. Risiko seseorang mengidap penyakit ini meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Multiple myeloma lebih berisiko terjadi pada etnis berkulit gelap dibandingkan yang berkulit putih atau etnis asia.
  • Pengidap MGUS patut mewaspadai kemungkinan kondisinya berkembang menjadi multiple myeloma.
  • Seseorang lebih berisiko terkena multiple myeloma jika ada anggota keluarganya yang mengidap penyakit ini.

Diagnosis Multiple Myeloma
Untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar mengidap multiple myeloma, dokter akan melakukan serangkaian tes berdasarkan gejala serta faktor risiko terkait. Tes dilakukan untuk mendeteksi jumlah antibodi dan protein abnormal, serta keberadaan sel kanker. 
Beberapa jenis tes dan prosedur yang harus dijalani:
  • Laboratorium akan menganalisis apakah terdapat protein abnormal pada darah pasien. Tes juga dilakukan untuk mencari tahu seberapa tinggi level antibodi abnormal, sel darah merah, trombosit, kalsium, seberapa baik fungsi hati, serta fungsi ginjal.
  • Sampel urine digunakan untuk mengetahui seberapa banyak protein abnormal yang diproduksi. Banyaknya jumlah protein abnormal pada darah, dapat berdampak kepada fungsi ginjal yang selalu dilewati oleh darah. Sampel urine yang diambil dalam periode 24 jam akan memberikan dokter informasi mengenai seberapa baik kondisi ginjal pasien.
  • Pemeriksaan tulang sumsum dilakukan dengan cara memasukkan jarum ke tulang untuk mengambil sampel cairan tulang sumsum. Sampel kemudian dianalisis menggunakan metode FISH (fluorescence in situ hybridization). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu seberapa cepat sel kanker berkembang.
  • Tes pencitraan merupakan bagian dari diagnosis penyakit ini. Kelompok tes ini meliputi X-ray, MRI, CT Scan, atau PET (positron emission tomography) untuk mendeteksi gangguan pada tulang yang berkaitan dengan multiple myeloma. Pencitraan dilakukan pada bagian lengan, kaki, kepala, tulang belakang, dan panggul untuk mengecek apakah ada kerusakan pada bagian tersebut.

Stadium Multiple Myeloma
Ada tiga stadium penyebaran sel kanker pada multiple myeloma. .
  1. Stadium I.  Sel kanker telah menyebar ke tubuh dalam jumlah yang kecil. Kemungkinan munculnya gejala penyakit bersifat kecil atau tidak ada.
  2. Stadium II. Sel kanker menyebar ke tubuh dalam jumlah yang moderat.
  3. Stadium III. Sejumlah besar sel kanker telah menyebar ke tubuh. Pada tahapan ini, pasien kemungkinan mengalami anemia dan tiga atau lebih kanker tulang.
Pencegahan Penyakit myeloma :
  • Mengatur pola makan dan pola hidup  
  • Mengkonsumsi Obat Herbal Alami pencegah multple meyloma karena dengan mengkonsumsi obat herbal tidak ada efek samping 
  • Sering konsultasi ke dokter


Facebook Comments

0 komentar